Di Al Istiqlaliyah Menapaki Jejak KH. Abuya Uci Turtusi

Abuya KH. Uci Turtusi, Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah: “Meneladani Ilmu, Akhlak, dan Perjuangan Abuya Uci Turtusi”
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahirabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang telah memberikan kesempatan dan kesehatan kepada keluarga besar Relawan Saraksazein untuk melaksanakan ziarah ke makam Abuya KH. Uci Turtusi sekaligus mengunjungi Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari perjalanan spiritual untuk meneladani ilmu, akhlak, dan perjuangan beliau dalam menyebarkan dakwah Islam.
KH. Uci Turtusi bin Dimyati atau lebih dikenal sebagai Abuya Uci adalah salah satu ulama karismatik dan mubaligh besar Indonesia yang berasal dari Banten. Beliau lahir pada 5 Mei 1973 di Desa Cilongok, Pasir Putih, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten, dan wafat pada 6 April 2021.

Abuya Uci merupakan putra dari Abuya KH. Dimyati bin Romli, pendiri Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah yang berdiri sejak 1957. Sejak kecil, Abuya Uci tumbuh dalam lingkungan pesantren, belajar langsung kepada ayahnya dan para ulama besar Banten. Setelah wafatnya sang ayah pada tahun 2001, Abuya Uci kemudian melanjutkan estafet kepemimpinan pesantren.

Abuya Uci dikenal sebagai ulama yang sederhana, bersahaja, dan dekat dengan umat. Kajian beliau selalu dipenuhi ribuan jamaah, baik dari masyarakat sekitar Banten, Jabodetabek, hingga luar daerah. Setiap Senin malam Selasa, ribuan orang memadati pesantrennya untuk mengikuti pengajian rutinan Tafsir Jalalain, yang menjadi salah satu ciri khas beliau.
Pesan dakwah Abuya Uci sederhana, lugas, dan menyejukkan. Beliau sering menekankan pentingnya akhlak, adab, dan tawadhu’ dalam kehidupan sehari-hari. Dalam banyak kesempatan, Abuya juga mengingatkan tentang pentingnya menjaga persatuan umat, mencintai para ulama, serta mengamalkan amalan-amalan sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW.

Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah di Cilongok menjadi salah satu pusat dakwah Islam terbesar di Banten dan Indonesia. Pesantren ini tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga mendidik santri untuk memiliki akhlak mulia dan menjadi generasi penerus ulama. Di bawah kepemimpinan Abuya Uci, pesantren ini berkembang pesat dan menjadi magnet bagi para penuntut ilmu dari berbagai daerah.

Setelah wafatnya Abuya Uci, pesantren ini kini diteruskan oleh putra-putra dan murid-murid beliau, melanjutkan visi dan perjuangan dakwah sang guru.
Muhammad Asror Allawy, Ketua Relawan Saraksazein, menyampaikan pesan penuh makna: "Alhamdulillah, kita semua diberi kesempatan untuk berziarah ke makam Abuya Uci dan mengunjungi pesantrennya. Ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin. Kita diingatkan untuk meneladani kesederhanaan, ilmu, dan akhlak beliau. Semoga keberkahan selalu menyertai perjalanan ini dan menjadi motivasi bagi kita untuk terus berbuat baik, menebar manfaat, dan menjaga ukhuwah."

Melalui ziarah ke makam Abuya KH. Uci Turtusi dan kunjungan ke Pesantren Al-Istiqlaliyah, keluarga besar Relawan Saraksazein berharap bisa mendapatkan keberkahan, ketenangan hati, serta hikmah dari perjuangan dan teladan beliau. Semoga nilai-nilai dakwah dan akhlak mulia yang diwariskan Abuya Uci menjadi motivasi bagi kita untuk terus menebar kebaikan dan menjaga ukhuwah Islamiyah.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

===
Kang ADD

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OM ZEIN BUPATI AING DI MUSCAB VI FSP RTMM - SPSI PURWAKARTA

Milangkala Kabupaten Purwakarta ke 57 Tahun 2025: Refleksi, Apresiasi, dan Asa, Purwakarta Istimewa

Silaturahmi Ngahudangkeun Hidayah, Ngaji Ngajembaran Berkah