BERMUNAJAT DI MESJID KERAMAT (Mesjid Agung Banten)

Masjid Agung Banten "Menguatkan Iman, Meneladani Perjuangan Para Waliullah"

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahirabbil ‘alamin, segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang telah memberikan kesempatan kepada keluarga besar Relawan Saraksazein untuk melaksanakan kegiatan ziarah ke Masjid Agung Banten.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.

Kegiatan ziarah ini bukan hanya sebatas perjalanan spiritual, tetapi juga menjadi sarana untuk mengingat jasa para ulama dan Waliullah yang telah berjuang menegakkan agama Islam di tanah Banten. Dengan mengunjungi makam para pejuang syiar Islam, kita diajak merenungi makna perjuangan, pengorbanan, serta keteladanan mereka, agar dapat kita ambil hikmahnya dalam menjalani kehidupan.
Masjid Agung Banten adalah salah satu masjid bersejarah di Indonesia yang berdiri megah di kawasan Banten Lama, sekitar 10 km dari Kota Serang, Banten. Masjid ini dibangun pada tahun 1566 M oleh Sultan Maulana Hasanuddin, putra dari Sunan Gunung Jati, salah satu anggota Wali Songo.

Masjid ini menjadi pusat penyebaran agama Islam di Banten dan Jawa Barat pada abad ke-16. Arsitekturnya memadukan unsur Jawa, China, Belanda, dan Islam, menjadikannya salah satu karya seni budaya Islam yang sangat berharga.

Salah satu ciri khasnya adalah menara masjid yang berbentuk seperti mercusuar, dirancang oleh seorang arsitek asal Tiongkok bernama Cek Ban Cut. Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Agung Banten juga menjadi simbol perlawanan terhadap kolonialisme dan pusat dakwah Islam di wilayah barat Pulau Jawa.

Di sekitar Masjid Agung Banten, terdapat kompleks makam para Waliullah, ulama, dan tokoh penyebar Islam yang sangat berjasa. Beberapa di antaranya adalah:

1. Sultan Maulana Hasanuddin (1506 – 1570).
Putra dari Sunan Gunung Jati.
Pendiri Kesultanan Banten dan pendiri Masjid Agung Banten.
Ulama sekaligus pemimpin besar yang menyebarkan Islam di wilayah Banten dan sekitarnya.

2. Sultan Maulana Yusuf († 1580)
Putra Maulana Hasanuddin dan Sultan Banten kedua.
Meneruskan perjuangan dakwah Islam ayahnya dan memperluas kekuasaan Banten.
Dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana, tegas, dan dekat dengan para ulama.

3. Sultan Ageng Tirtayasa (1625 – 1692)
Salah satu Sultan Banten paling terkenal dan disegani.
Dikenal karena keberaniannya menentang penjajah Belanda dan mempertahankan kedaulatan Islam.
Namanya diabadikan sebagai simbol perjuangan umat Islam melawan kolonialisme.

4. Syekh Yusuf Al-Makassari (1626 – 1699) (Dimakamkan di luar Banten, namun perjuangannya erat dengan Banten) Ulama besar dari Makassar yang pernah menjadi penasehat Sultan Ageng Tirtayasa. Pejuang dan penyebar Islam yang gigih melawan penjajah Belanda.

Selain mereka, ada juga makam para ulama dan pejuang dakwah lainnya di sekitar kawasan Banten Lama, yang hingga kini masih diziarahi ribuan umat Islam setiap tahunnya
Muhammad Asror Allawy, Ketua Relawan Saraksazein, menyampaikan pesan: "Alhamdulillah, kita semua diberikan kesempatan oleh Allah untuk berziarah ke Masjid Agung Banten, tempat penuh sejarah dan keberkahan. Semoga perjalanan ini menambah keimanan kita, memperluas wawasan kita tentang perjuangan para ulama, dan memotivasi kita untuk meneladani semangat dakwah mereka. Mari kita jadikan ziarah ini sebagai ajang muhasabah diri dan penyemangat untuk terus berbuat kebaikan."

Melalui kegiatan ziarah ke Masjid Agung Banten ini, keluarga besar Relawan Saraksazein berharap semakin memperkuat ikatan persaudaraan, menumbuhkan semangat dakwah, dan menambah kecintaan terhadap perjuangan para ulama terdahulu.

Semoga keberkahan selalu menyertai langkah kita, dan semoga semangat perjuangan para Waliullah menjadi inspirasi bagi seluruh anggota relawan untuk terus berkarya dan menebar kebaikan.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

===
Kang ADD

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OM ZEIN BUPATI AING DI MUSCAB VI FSP RTMM - SPSI PURWAKARTA

Milangkala Kabupaten Purwakarta ke 57 Tahun 2025: Refleksi, Apresiasi, dan Asa, Purwakarta Istimewa

Silaturahmi Ngahudangkeun Hidayah, Ngaji Ngajembaran Berkah